Selasa, 02 Agustus 2011

Pengertian Akuntansi Syariah

| |
 Untuk meng-copy artikel ini,lihat DISINI.

Sebelum menginjak ke pengertian mari kita cari tahu sejarah Akuntansi Syariah terlebih dahulu.Yang mendasari munculnya akuntansi Syariah adalah Al Quran, tepatnya dalam surah Al Baqarah ayat 282 yang memiliki arti seperti berikut “Hai, orang-orang yang beriman apabila kamu bermuamalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah telah mengajarkannya………”, ayat tersebut menjelaskan kepada kita tentang fungsi-fungsi dan pentingnya pencatatan transaksi, dasar-dasarnya, dan manfaat-manfaatnya, dimana hal tersebut merupakan inti dari Akuntansi. Sejak zaman Rasulullah SAW hingga zaman Khulafaur Rasyidin telah menerapkan undang-undang akuntansi antara lain untuk perorangan, perserikatan (syarikah) atau perusahaan, akuntansi wakaf, hak-hak pelarangan penggunaan harta (hijr) dan anggaran negara. Selain itu pada zaman tersebut juga telah dikenal profesi akuntan yang disebut “hafazhatul amwal”(pengawas keuangan)

1.
Hameed (2003) : 
Akuntansi syariah adalah suatu proses, metode, dan teknik pencatatan, penggolongan, pengikhtisaran transaksi, dan kejadian-kejadian yang bersifat keuangan dalam bentuk satuan uang, guna mengidentifikasikan, mengukur, dan menyampaikan informasi suatu entitas ekonomi yang pengelolaan usahanya berlandaskan syariah, untuk dapat digunakan sebagai bahan mengambil keputusan-keputusan ekonomi dan memilih alternative-alternatif tindakan bagi para pemakainya.

2. Karim (1990)  :
Akuntansi syariah merupakan bidang baru dalam studi akuntansi yang dikembangkan berlandaskan nilai-nilai, etika dan syariah Islam, oleh karenanya dikenal juga sebagai akuntansi Islam (Islamic Accounting).

3. Harahap (2001:23) :
Akuntansi syariah adalah suatu bentuk akuntansi yang disusun berdasarkan pada pencapaian tujuan syariah, tujuan ekonomi Islam,serta tujuan masyarakat Islam.


l4. Harahap (1997:272) :
Akutansi Syariah pada hakekatnya adalah penggunaan akutansi dalam menjalankan syariah Islam. 
5. Shahata :
Akutansi Syariah sebagai berikut: “ Postulat, standar, penjelasan dan prinsip akutansi yang menggambarkan semua hal,sehingga akutansi Islam secara teoritis memiliki konsep, prinsip, dan tujuan Islam juga. Semua ini secara serentak berjalan bersama bidang ekonomi, social, politik, idiologi, etika, kehidupan, keadilan dan hukum Islam. Akutansi dan bidang lain itu adalah satu paket dan tidak bisa dipisahkan satu sama lain,”







0 komentar:

About Me

Foto Saya
Hey, I'm a Little Black Star from Indonesia. Everything for My Queen, Avril Lavigne.
Diberdayakan oleh Blogger.